Jenis Buku : Fiksi
Pengarang : Qizink La Aziva (Ahmad Fauzi)
Penerbit : DAR! Mizan
Cetakan : I-Bandung, 2004
Jumlah Halaman : 136 halaman 0,7 cm
Uuran Buku : 17 cm x 11,5 cm
Jenis Kertas : HVS

Riska seorang gadis cantik yang sangat taat terhadap agamanya. Tidak pernah meninggalkan sholat, rajin bekerja dan patuh terhadap Maknya. Maknya sudah tua sering sakit-sakitan. Karena tidak mau merepotkan Riska, Maknya menolak untuk diajak ke dokter. Sampai akhirnya Mak meninggal dunia.
Riska sangat sedih dan terpuruk sepeninggal Mak. Lebih-lebih setelah Riska tahu bahwa Mak bukanlah orangtua kandungnya. Kemudian Riska diangkat menjadi anak oleh keluarga temannya, Ocha. Bersama Ocha dia mencari tahu tentang siapa orang tua kandung Riska.
Di sekolah barunya, Riska bertemu dengan Galang. Galang cinta mati kepada Riska. Rela melakukan apa saja asal Riska mau menjadi pacarnya. Galang sering melakukan hal-hal aneh yang membuat Riska malu. Namun Riska yang memang tidak ada niat untuk pacaran selalu menolaknya. Sampai-sampai Galang frustasi dan terjebak dengan obat-obatan terlarang. Galangpun kalap. Dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi sampai mobilnya menabrak trotoar. Riska yang melihat kejadian itu langsung membawa Galang ke Rumah Sakit. Di Rumah Sakit Riska bertemu dengan orang tua Galang. Saat melihat orang tua Galang, Riska seperti melihat dirinya sendiri.
Bagaimanakah kelanjutan kisah Riska dalam pencarian orang tua kandungnya? Dan bagaimana pula kisahnya dengan Galang akan berakhir?
Di dalam novel Gerimis Terakhir, kita akan menemui sebuah gaya penuturan yang mengalir. Kita bisa merasakan bagaimana novel ini mengalir begitu saja dengan datar, namun damai. Mungkin kedamaian ini dipengaruhi oleh nuansa religius yang begitu kental. Sehingga novel ini pun sarat makna. Meski bagi yang menganggap sebagai penganut free dalam hubungan antar jenis, mungkin sebagian isi novel ini terutama yang menganggap pacaran itu haram, sebagai bahasa yang terlalu munafik.
Selain dari bahasa yang mengalir, penulis (Qizink) terlalu terburu-buru ingin menyelesaikan konflik. Sehingga konflik yang dibangun terkesan terlalu singkat. Sementara mengenai isi yang dikemukakan biasa saja. Mengenai penculikan seorang bayi dan setelah besar, lima belas tahun kemudian, bayi itu akhirnya bertemu dengan keluarganya setelah ayah Ocha meminta bantuan Asep, adiknya ayah Ocha yang berprofesi sebagai seorang wartawan dan terpampanglah profil Riska di sebuah koran.
Dan seperti cerita pada umumnya, yang akan memperlihatkan semua orang yang tadinya mau mencelakakan, tentunya lengkap dengan segala motif yang mencuat, jadi tertangkap. Dan ditambah pula orang yang tadinya hilang dapat bertemu dengan orang yang kehilangan, sekaligus pertobatan orang yang tadinya terlalu jauh dari sebuah kebenaran.
Didalam novel ini disajikan cerita yang cukup menarik bagi Anda, khususnya bagi remaja. Novel ini bisa membuat Anda ikut merasakan apa yang sedang diceritakan. Anda akan dibuat sedikit berfikir tentang klimaksnya. Walau diawal cerita agak membosankan, namun setelah dibaca terus-menerus akan membuat Anda semakin penasaran.
Novel ini terdiri dari sebelas bab. Didalam setiap bab diselingi satu halaman bergambar yang bisa membuat para pembaca tidak bosan dan memancing imajinasi pembaca.
Novel bercover biru muda bergambar seorang gadis muslimah ini tersedia bagi remaja yang sedang labil emosinya. Yang sedikit mengganggu adalah kesalahan penulisan dibeberapa kata.
Menurut saya, novel ini cukup patut untuk dibaca/ dimiliki karena isi cerita dari novel ini mudah dipahami walau akhir cerita dari novel ini tidak selesai antara hubungan Riska dan Galang, sehingga pembaca harus menebak-nebak akhir cerita itu sendiri. (Sakinah Ummu Zahroh)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar