
Cerita ini ku dapat saat mengikuti "keputrian" acara RISMA di musholla SMAN 1 Serang hari Jum’at tanggal 18 November 2010 saat shalat jum'at.
KERANG REBUS DAN KERANG MUTIARA
Suatu hari, hiduplah seekor anak kerang dan ibunya di lautan yang luas. Tiba-tiba anak kerang menangis kesakitan “Ibu… tubuhku sakiit. Sepertinya ada pasir yang masuk ke dalam cangkangku. Sakit buu…sakiit..” kata anak kerang. “Sabar nak, tidak apa-apa. Tahan saja nak. Nanti sakitnya akan hilang” ibu kerang mencoba meyakinkan anaknya sambil memeluknya. “Tapi, sakit yang kurasa ini sungguh luar biasa bu.. hiks..hiks.. pasirnya menusuk-nusuk dagingku.. hiks..hiks..” anak kerang terus menangis.
Lambat laun, pasir yang ada di tubuh anak kerang mulai di campur dengan kalsium karbonat dan mulai mengeras dan mengeras. Pasir itu kini berwarna putih berkilau.
“Ibu, ini apa? Cantik sekali bu.. apakah ini berasal dari pasir yang tadi menusuk-nusuk tubuhku ini bu?” anak kerang bertanya dengan heran. “Betul nak, itu namanya MUTIARA. Itu berasal dari pasir yang masuk ke tubuhmu itu.” “Kalau saja dari awal aku tahu aku akan mendapatkan mutiara seindah ini, aku tadi tidak akan terus-terusan mengeluh bu..” “Itulah hadiah berkat kesabaran dan keikhlasan kamu nak… Dengan adanya mutiara ini, kau akan bernilai lebih mahal dibandingkan dengan teman-temanmu yang hanya menjadi kerang rebus.” Mereka berdua berpelukan.
Kesimpulan :
Bayangkan anak kerang itu adalah kita. Dan pasir itu adalah sebuah masalah. Jika kita bisa ikhlas dan sabar terhadap masalah yang menimpa kita, masalah itupun bisa diatasi dan kita rubah menjadi suatu kebahagiaan yang indah tiada taranya. So, tetap SEMANGAT terhadap segala sesuatu yang sedang atau akan kita hadapi. GANBATTE KUDASAI!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar