Senin, 22 Oktober 2012
meringis rindu
aku ingat betul, kau hanya menelponku satu kali sejak aku ada ditempat ini. ya, satu kali.
bagaimana rasanya?
aku iri.
sungguh..
akuu iri mah.
iri ketika dulu aku masih dirumah, kau begitu sering menelpon kaka. walau hanya sekadar menanyakan kabar. iri ketika kau selalu menelpon aa setiap hari saat aa lg pergi keluar walau hanya sekedar menyuruhnya pulang. tp aku????
sungguh, aku ingin kau kau tau mah.
sungguh mah, aku iri ketika mba samping kamar kosku sedang telponan dengan ibunya. setiap hari. walaupun hanya menceritakan kegiatan sehari-harinya. hatikupun meringis saat mendengar percakapan mereka.
lalu aku harus bagaimana?
aku hanya bisa mendoakanmu mah.
aku mengerti. mencoba mengerti lebih tepatnya.
tentang keadaanmu. tentang kesehatanmu.
aku mencoba mengerti apa saja yang sedang kau pikirkan. dan aku sangat berharap, kau memikirkanku di sela-sela kau memikirkan yang lain.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar