Jumat, 25 Juni 2010

awas, caleg gila!!!

Hari ini pulang cepet seneng rasanya. Maklum, sebagai anak kelas 3 MTs (setara dengan SMP) yang sebentar lagi akan melaksanakan Ujian Nasional, menurutku kami harus sering-sering dipulangkan cepat. Ya, walau aku yakin para guru dan orang tua tidak akan setuju dengan usulku. Haha.. Tapi tetap saja aku harus mengikuti bimbel di NF (Nurul Fikri). Supaya tidak ketinggalan dengan sekolah lain. Bersama ke 3 orang temanku, kami menunggu waktu tiba untuk pergi bimbel di warung biasa kami jajan. Warung itu terletak di samping jalan raya, depan masjid Al-Manar. Saat sedang berjalan menuju warung, banyak orang yang berkumpul di pinggir kali kecil dekat masijd. ternyata ada seorang bapak yang sedang tiduran di kali kecil itu. udah kaya di pantai aja tuh orang. Kali kecil itu memang difungsikan sama seperti got. So, ih.... jorok banggeet..


Kamipun melanjutkan jalan menuju warung tempat duduk-duduk kami. Aku melemparkan pandangan ke jalanan yang terlihat tidak begitu lengang tapi juga tidak macet. Banyak sekali kulihat poster-poster caleg (calon legislatif) tertempel di tiang-tiang listrik atau di pohon-pohon. Tapi aku tidak tertarik, aku malah lebih tertarik untuk memperhatikan anak kecil di sebrang jalan yang sedang bermain kejar-kejaran. karena haus, aku memesan minuman kemudian disusul teman-temanku.
"Neng, udah liat orang gila di depan masjid belum?" kata bang Samson si empunya warung sambil melayani minuman es kami.
"udah Bang, emang kenapa?" tanyaku polos
"katanya tu caleg loh neng"
"masa si Bang?" tanya salahsatu temanku tak percaya.
"Iya. liat aja bajunya, masih putih mulus. Dompetnya juga katanya tebel loh neng" jawab Bang Samson antusias. "katanya sih gara-gara tidak terpilih jadi dewan legislatif" kata Bang Samson lagi dengan dipenuhi 'katanya'.
didesak dengan rasa penasaran, kami kembali melihat Sang Bapak yang tiduran di kali itu. kami tadi memang hanya melihat sekilas, jadi kami tidak terlalu memerhatikan baju yang dipakainya. Kami harus menyebrang jalan raya dulu untuk melihatnya.
Ternyata benar, kaos dalam putih bapak itu masih bersih. Celana panjang yang dipakainya juga masih mulus. Tapi aku tidak melihat dompet yang katanya tebal itu. Dasar orang gila. Seperti tidak ada tempat lain saja yang bisa dijadikan alas tidur. Eh, caleg gila itu melirik kami. iih.. Serem.

Sedang asik memperhatikan sang caleg gila, kami dipanggil bang Samson. Ternyata minuman yang kami pesan sudah jadi. Kami pun menyebrang untuk mengambilnya. Setelah mengambil minuman, kami pun nybrang lagi untuk melanjutkan liat caleg gila.
Ke 3 temanku yang lainpun datang. Mereka masing-masing membawa motor. Ternyata mereka igin melihat caleg gila itu. Alhasil kami bolak-balik nyebrang jalan sampai 3 kali untuk liat caleg gila itu. Sampai pada akhirnya.
"eh, liat deh orang gilanya bangun tuh" salah satu temanku bersuara.
Yap, memang bener. Orang gila yang awalnya tiduran itu bangun untuk duduk. Terus orang gila itu main-main air disekitarnya. Tapi ko, aku melihat orang gila itu ingin berdiri dan melihat ke arah kami.
deg..deg...
Kami panik dan langsung ingin menyebrang ke warung. Tapi sialnya jalanan lagi ramai. 'Ya Allah, haruskah kami tetap disini lalu tertangkap caleg gila ini atau kami harus menyebrang untuk orang gila di sebrang sana'. Ya ampun, ada orang gila juga di sebrang jalan sana. Sepertinya hari ini akan menjadi hari sial kami.
Dengan segenap keberanian yang kumiliki, aku langsung menyabrang jalanan dan langsung diikuti oleh ke 6 temanku yang lain. Karena kami pikir, lebih baik melewati orang gila yang ada di sebrang dari pada harus ditangkap caleg gila itu.
Bang Samson yang melihat kami berlarian langsung bertanya "ada apa nih lari-lari?"
"i,iitu bang caleg gilanya bangun"
Dari sebrang jalan kami bisa melihat si caleg gila sedang lari ke arah kami. Larinya cepat sekali. dia langsung memanjat tebing kali. Bang Samson langsung menyuruh kami masuk kedalam rumahnya. Sedangkan Bang Samson berjaga di luar. Kami mengintip dari jendela kalau si caleg gila ingin nyebrang ke warung. Tapi karena terhalang oleh sebuah kendaraan, caleg gila itu tidak jadi menyebrang.
Kami semua panik dan takut. Kami takut kalau warung Samson nantinya akn diobrak-abrik oleh si caleg gila. Kami terus berdo'a semoga caleg gila itu tidak jadi nyebrang.
Dan benar saja. Caleg gila itu kesulitan menyebrang karena jalanan memang sedang ramai. Tapi, caleg gila itu melihat anak-anak kecil yang sedang berlarian. Sang caleg gila pun langsung mengejar anak-anak kecil itu.
Kami langsung keluar rumah yang dijadikan sebagiannya dijadikan sebagai warung itu. Temanku yang membawa motor langsung memasukannya ke bagasi rumah Bang Samson karena takut diamuk caleg gila.

kami langsung kaget saat melihat si caleg gila itu menendang kompor seorang penjual 'martabak telor mini'. bukan hanya itu, si caleg itu juga menyiram minyak panas ke badan sang penjual. kontan warga di sekitar langsung menangkap caleg gila itu dan menonjokinya.

kami hanya bisa berteriak-teriak. jalanan menjadi macet. tapi sebuah kebetulan, seorang bapak polisi melintas di hadapan kami. kami langsung memanggil polisi itu. polisi itupun langsung menghubungi teman-temannya sesama polisi.

caleg gila itupun dibawa ke kantor polisi. kami melihat bapak penjual itu badannya merah-merah kepanasan. kami jadi meras bersalah telah mengganggu orang yang katanya caleg gila itu.:'(


Teruntuk teman-temanku
yulita, norma, rini, jannah, dini dan ratna.

1 komentar: