Rabu, 15 Juni 2011

PERMASALAHAN EKONOMI NEGARA MAJU


Negara maju dicirikan dengan tingkat kesejahteraan masyarakat, kedisiplinan, dan keteraturan yang tinggi. Pada umumnya negara maju merupakan negara industri, misalnya Jepang, Inggris, Prancis, dan Amerika Serikat. Namun, negara maju juga masih menghadapi permasalahan ekonomi. Permasalahan ekonomi yang dialami oleh negara maju berbeda dengan permasalahan ekonomi yang dihadapi oleh negara berkembang. Beberapa permasalahan ekonomi yang dihadapioleh negara-negara maju, antara lain sebagai berikut

a. Kekurangan Tenaga Kerja
Pertumbuhan penduduk yang lambat bahkan berangka satu (zero population growth) di negara maju mengakibatkan kekurangan tenaga kerja. Tenaga kerja yang kurang di negara maju mendorong masuknya tenaga kerja dari negara berkembang.
Tenaga negara asing yang banyak masuk ke wilayah suatu negara dapat mengakibatkan dampat negatif. Hal tersebut disebabkan perbedaan budaya antara penduduk pribumi dan orang-orang pendatang. Perbedaan ini berpotensi menimbulkan bentrokan fisik ataupun konflik sosial.

b. Investor Pindah ke Negara Berkembang
Tarif pajak yang tinggi di negara-negara maju mengakibatkan banyak investasi yang dialihkan ke negara berkembang. Hal tersebut dilakukan untuk menghemat biaya produksi. Selain itu, negara berkembang marupakan pasar yang cukup potensial bagi produk-produk negara maju. Dengan berpindahnya perusahaan berarti telah menghemat biaya distribusi. Sebagian penduduk dunia menempati negara berkembang, seperti Cina, India, dan Indonesia. Dengan berpindahnya perusahaan ke negara berkembang, mereka akan memperoleh tenaga kerja yang murah dan lebih mendekatkan pada pasar.

c. Produk Negara Berkembang Beredar di Pasar
Pada masa globalisasi seperti sekarang ini, hambatan yang terjadi dalam perdagangan internasional makin berkurang. Hal tersebut menyebabkan barang-barang hasil produksi negaraberkembang mulai beredar di negara maju.
Sebagi contoh, mesin dan tekstil hasil produksi Cina telah merambah pasaran Eropa. Hal tersebut mangakibatkan para konsumen Eropa memiliki banyak pilihan barang yang akan dibelinya. Masuknya produk tersebut tentu dapat mengancam produk yang di hasilkan oleh negara maju, namun dengan biaya lebih murah, produk negara maju dapat tergeser.




d. Kerusakan Alam
Banyak diantara negara-negara berkembang belum memiliki peraturan tentang pelestarian lingkungan. Oleh karena itu, beberapa negara maju banyak melontarkan isu-isu tentang kerusakan alam yang terjadi di negara berkembang. Apabila dilihat lebih jalas, kerusakan alam yang terjadi di negara berkembang justru diakibatkan oleh pengusaha dari negara maju. Misalnya, PT Freeport dari Amerika yang melakukan penambangan emas di Papua telah merusak hutan dan membentuk danau limbah yang cukup besar.

e. Sistem Perdagangan yang Tidak Aman
Hampir sebagian besar negara maju menganut sistem perdagangan bebas. Meskipun demikian, negara-negara tersebut masih melakukan langkah-langkah prospertif berupa pembatasan impor melalui tarif dan kuota yang jelas bertentangan dengan prinsip perdaganagan bebas. Desakan untuk melakukan proteksionisme terhadap industri tertentu juga muncul dari pengusaha dan tenaga kerja industri tersebut dengan tujuan untuk melindungi barang-barang industri negara tersebut dari persaingan negara maju lainnya.
Contohnya, industri manufaktur Amerika menuntut diberlakukannya proteksionisme terhadap industri manufaktur mereka untuk menahan serbuan dari industri manufaktur Jepang. Di lain pihak, pemberlakuan tarif menyebabkan semakin berat beban ekonomi yang harus ditanggung oleh pemerintah. Tarif juga mengakibatkan inefisiensi ekonomi, merugikan konsumen, dan kerugian tersebut jauh lebih besar daripada keuntungan yang diterima pemerintah ditambah laba ekstra yang diperoleh produsen. Dampak pengenaan tarif dalam perekonomian adalah bahwa tarif meningkatkan haraga di pasaran domestik, hal ini akan mendorong produsen untuk meningkatkan produksi domestik dengan menggunakan kapasitas yang mahal. Tarif juga menyebabkan hilangnya surplus konsumen karena harga yangg terlalu tinggi. Walaupun sudah dibentuk lembaga-lembaga untuk menunjang terciptanya perdagangan bebas (seperti GATT, dan WTO) tetap saja sistem perdagangan yang bebas dari hambatan sulit untuk dilakukan secara murni.

f. Sistem Moneter yang Tidak Stabil
Negara-negara maju merupakan bagian dari pasar global yang sangat besar dan menyatu dalam sistem ekonomi internasional, sehingga peristiwa yang terjadi di suatu negara dapat mempengaruhi perekonomian negara lainnya. Misalnya, inflasi yang terjadi di suatu negara maju dapat mempengaruhi negara lainnya, atau naiknya nilai tukar mata uang negara lainnya. Untuk mencapai kestabilan nilai tukar negara-negara maju mencoba untuk merancang suatu sistem moneter yang dianggapnya akan lebih stabil dari sistem yang ada. Contohnya negara-negara Eropa yang tergabung dalam MEE mengeluarkan mata uang tunggal untuk negara anggotanya yang diberi nama euro.



g. Kerentanan Keuangan Global
Anjloknya bursa saham di Amerika pada tahun 2002 menyebabkan kinerja bursa saham di negara lainnya ikut berpengaruh, bahkan kegiatan perekonomian di sejumlah negara ikut terpengaruh, di antaranya turunnya nilai ekspor sejumlah negara yang selama ini memasok produknya ke Amerika. Bukan hanya itu, tingkat pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara maju ikut melambat seiring melambatnya pertumbuhan ekonomi Amerika. Dari contoh ini jelas terlihat bagaimana keadaan ekonomi suatu negara maju dapat mempengaruhi perekonomian negara lain secara keseluruhan. Sistem perdagangan dan keuangan yang serba global tak dapat menahan dampak negatif dari kemunduran perekonomian suatu negara, sebaliknya justru mempengaruhi perekonomian secara keseluruhan.

h. Fluktuasi harga minyak
Menurut hukum pasar (fluktuasi) naik turunnya harga minyak mengikuti penawaran dan permintaan dunia. Harga yang tinggi akan melemahkan pertumbuhan ekonomi, menciutkan konsumsi pasar. Sebagai reaksinya, negara-negara maju mulai membuat cadangan penganti minyak, meningkatkan efisiensi pemakaian minyak, mensubsidi minyak dengan bahan bakar pembangkit tenaga nuklir, gas, batu bara, dan mencari sumber daya alam lain yang dapat diperbaharui.

i. Pekerja migran internasional
Pekerja migran internasional adalah mereka yang meninggalkan tanah air untuk mengisi pekerjaan di negara lain. Globalisasi mendorong perpindahan tenaga kerja antar negara. Penduduk dunia bergerak meninggalkan tanah airnya menuju negara lain yang menawarkan pekerjaan dengan upah lebih tinggi. Percepatan ekonomi di negara-negara maju kemudian meningkatkan kebutuhan-kebutuhan akan tenaga kerja dalam jumlah tertentu. Secara umum permintaan tenaga kerja terlatih di negara maju dipenuhi oleh negara maju lainnya. Sedangkan permintaan akan tenaga kerja tidak terlatih terpaksa didatangkan dari negara sedang berkembang. Kebanyakan pekerja migran ini tidak paham hak dan kewajibannya. Majikan dan perusahaan pengerah tenaga kerja sering kali menyalahgunakan wewenang mereka. Banyak tenaga kerja migran yang gajinya di bawah upah minimum setempat, karena “kerja sama” majikan dan perusahaan pengerah tenaga kerja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar